Penggunaan Software-as-a-Service (SaaS) dan ekosistem cloud di Indonesia terus meningkat, khususnya di sektor perbankan, financial services, pendidikan, hospitality, IT, dan ritel. Menurut PwC Indonesia, hampir 80 persen perusahaan kini mengandalkan integrasi pihak ketiga dan workflow berbasis cloud dalam operasional sehari-hari.
Namun, di balik percepatan transformasi digital ini, risiko keamanan juga ikut meningkat. Ancaman tidak lagi hanya berasal dari sistem internal, melainkan dari third-party analytics tools, penyalahgunaan OAuth token, koneksi API yang tidak terkontrol, serta kelemahan keamanan di sisi vendor.
Celah-celah ini sulit terdeteksi oleh solusi keamanan perimeter tradisional. Di sinilah Managed Security Services (MSS) berperan penting, terutama ketika dikombinasikan dengan Cyber Threat Intelligence (CTI) untuk memberikan visibilitas menyeluruh terhadap ancaman eksternal dan risiko pihak ketiga.
Ancaman Tersembunyi di Balik Integrasi Third-Party dan SaaS
Saat ini, banyak insiden keamanan tidak lagi bermula dari sistem internal perusahaan, melainkan dari integrasi SaaS pihak ketiga yang digunakan dalam aktivitas operasional harian. Penyerang memahami bahwa ekosistem vendor sering memiliki postur keamanan yang lebih lemah, monitoring terbatas, dan visibility yang rendah, sehingga menjadi titik masuk yang ideal untuk dieksploitasi.
Salah satu insiden yang dikutip oleh Forbes menunjukkan bagaimana penyerang berhasil mengakses platform analytics populer dan mengekspos metadata sensitif, seperti IP address, user-agent, aktivitas API, hingga pola session behavior. Meskipun tidak terjadi kebocoran kredensial, metadata tersebut sudah cukup untuk:
Social engineering yang lebih terarah
Session-based impersonation
Potensi lateral movement ke sistem internal perusahaan
Perubahan pola serangan ini menandai pergeseran besar dalam lanskap ancaman siber. Cyber Threat Intelligence kini menjadi komponen krusial untuk memantau risiko third-party dan supply chain secara berkelanjutan.
Penyalahgunaan OAuth token, unauthorized API calls, vendor misconfiguration, hingga supply-chain infiltration menunjukkan bahwa banyak organisasi masih membutuhkan pengawasan berkelanjutan atas integrasi eksternal mereka.
Apa Itu Managed Security Services (MSS)?
Managed Security Services (MSS) adalah layanan keamanan yang disediakan oleh pihak ketiga dengan tim khusus dan Security Operations Center (SOC) untuk memantau, mendeteksi, dan menangani ancaman keamanan secara menyeluruh.
Cakupan MSS umumnya meliputi:
Monitoring keamanan 24x7x365
Deteksi dan analisis ancaman
Incident response dan containment
Log management dan korelasi event
Pengelolaan perangkat keamanan (firewall, endpoint, cloud security)
Dengan MSS, organisasi tidak hanya mengandalkan tools, tetapi juga keahlian dan proses operasional keamanan yang matang.
Mengapa Managed Security Services Sangat Penting untuk Lingkungan Cloud-Heavy?
Lingkungan cloud-heavy ditandai dengan pertukaran data yang konstan antara aplikasi SaaS, vendor pihak ketiga, dan sistem internal. Karena banyak komponen berada di luar kendali langsung tim IT internal, proses monitoring menjadi jauh lebih kompleks.
Managed Security Services memberikan visibilitas real-time di seluruh lingkungan ini. Dengan pendekatan terpusat, MSS mampu mendeteksi:
Penyalahgunaan OAuth token
Aktivitas API yang tidak sah
Anomali traffic dari vendor
Pola metadata yang mencurigakan
Deteksi dini ini memungkinkan perusahaan mencegah eskalasi insiden sebelum berdampak pada operasional dan reputasi bisnis.
MSS vs Traditional IT Security, Mana yang Lebih Efektif?
Pendekatan traditional IT security umumnya berfokus pada endpoint protection, firewall, dan sistem on-premises. Namun, model ini semakin tidak memadai karena sebagian besar serangan modern justru berasal dari luar perimeter tersebut.
Managed Security Services menawarkan pendekatan yang lebih holistik melalui:
24/7 SOC surveillance
Threat hunting dan behavior analytics
Centralized log collection dan correlation
Incident response playbook khusus untuk insiden third-party dan vendor
Cyber Threat Intelligence (CTI) untuk memantau dark web, forum, media, dan sumber publik terkait risiko eksternal, supply chain, dan third-party
Dengan cakupan ini, MSS jauh lebih efektif dalam mendeteksi supply-chain attacks, eksploitasi API, serta kompromi yang berasal dari integrasi SaaS dan cloud.
Memperkuat Keamanan SaaS Enterprise dengan Managed Security Services
Menghadapi lanskap ancaman yang terus berkembang, perusahaan membutuhkan:
Monitoring yang proaktif
Korelasi log yang cerdas
Respons insiden yang cepat dan terstruktur
Managed Security Services memastikan aktivitas mencurigakan terdeteksi sejak dini dan ditangani secara tepat, sehingga risiko bisnis dapat diminimalkan sebelum berkembang menjadi insiden besar.
DIMS – Defenxor Intelligence Managed Security
DIMS (Defenxor Intelligence Managed Security) dikembangkan untuk menjawab tantangan keamanan modern, khususnya pada lingkungan SaaS, multi-cloud, dan third-party ecosystem.
Didukung oleh Cyber Threat Intelligence, DIMS mampu memantau:
Penyalahgunaan OAuth token
Eksploitasi API
Social engineering berbasis metadata
Aktivitas vendor yang tidak normal
Risiko supply chain dan third-party
Dengan dukungan 24/7 SOC berbasis di Indonesia, DIMS menghadirkan keamanan end-to-end melalui real-time monitoring, advanced analytics, threat correlation, hingga rapid containment ketika aktivitas berisiko terdeteksi.
Fitur Utama DIMS
24/7 SOC Monitoring
Monitoring nonstop oleh analis tersertifikasi dengan alerting dan threat detection real-time.
Log Collection & Correlation
Pengumpulan log dari SaaS, API, firewall, cloud workload, dan endpoint ke dalam satu engine analisis terpusat.
Case Management Application
Aplikasi Android, iOS, dan Windo PwC Indonesia ws untuk visibilitas insiden real-time, komunikasi, dan eskalasi.
Security Device Management (SDM)
Manajemen jarak jauh perangkat keamanan, termasuk update, revoke, dan containment kebijakan.
Incident Response (IR)
Penanganan insiden langsung oleh analis IR Indonesia berpengalaman dengan playbook terstruktur berbasis best practice dan pengalaman Defenxor lebih dari 10 tahun.
Cyber Threat Intelligence (CTI)
CTI mendukung third-party risk management dan supply chain security melalui:
Monitoring kebocoran data, kredensial, brand abuse, dan pemberitaan keamanan
Attack Surface Monitoring untuk mendeteksi misconfiguration dan celah publik secara real-time
Supply Chain Intelligence dengan risk scoring dan alert untuk isu vendor yang bersifat critical
Konsultasikan Kebutuhan Keamanan Anda dengan Defenxor
Perkuat posture keamanan siber Anda dengan dukungan tim profesional yang berpengalaman dalam risk management, threat intelligence, dan compliance. Tim Defenxor menyediakan solusi yang dirancang sesuai kebutuhan, memastikan aset digital Anda terlindungi dari ancaman yang terus berkembang.
Hubungi kami untuk menjadwalkan konsultasi dan membangun pertahanan yang lebih kuat bagi organisasi Anda.
Author: Ary Adianto
Content Writer: CTI Group




